Tuesday, 11 December 2012

TAWABA 2012 Angkatan AnNaHL

[himapba-uinbandung.blogspot.com] Opening Tawaba (Ta'aruf Mahasiswa Pendidikan Bahasa Arab) 2012 dilaksanakan di Aula Fakultas Tarbiyah (7/12).Ini yang pertama kalinya pembukaan dilaksanakan di Aula fakultas karena memang bangunan yang satu ini baru selesai beberapa bulan yang lalu.Adapun peserta yang dapat mengikuti, berhasil lulus dan lolos kurang lebih berjumlah 82 orang, beberapa Mahasiswa tidak dapat mengikuti acara ini dikarenakan sakit.Mahasiswa yang tidak mengikuti tawaba tahun ini, harus mengikuti tawaba tahun depan.Agenda rutin tahunan ini selain untuk mengenalkan HIMA dan menjelaskan masalah akademis dan organisasi juga berfungsi sebagai penyelaras langkah mereka dan kekompakan mereka dalam bersosial di Lingkungan Kampus UIN SGD Bandung mupun di Ma'had Lughowi.


Mahasiswa tahun ini mah kurang kompak, beda sama angkatan setahun kebelakang,- ujar Ketum HIMA.Pernyataan ini kerap kali terlontarkan sebelum tabawa usai. Ekspektasinya, setelah tawaba dan terpilihnya Irfan sebagai ketua angkatan.Mahasiswa baru PBA menjadi kompak dengan karakter sama mengikuti adat di Ma'had Lughowiy.Hari kedua, tepat pukul 08.00 WIB peserta beserta panitia berangkat ke lokasi.Sebuah Ma'had di Samarang Garut(8/12).Jalan yang sempit menyulitkan sopir untuk melalui medan menuju Ma'had.Tiba di lokasi peserta beristirahat, kembali menerima materi setelah shalat dzuhur.Materi berakhir hingga pukul 10.00 WIB.
Penutupan tawaba di Ma'had menandai bahwa tawaba telah selesai.Penutupan dilaksanakan setelah peserta outbond bersama di taman Ma'had.Outbond terdiri dari berbagai macam permainan.Tiap post dijaga oleh dua orang panitia yang berperan sebagai model game juga penilai.Adapun panitia yang tidak mendapati penjaga outbond bisa membantu mendokumentasikan kegiatan.Setelah penutupan, maka lahir peserta terbaik putri dan putra,panitia terbaik dan kelompok terbaik.
Selamat pada seluruh peserta yang berhasil lulus dan mendapat sertifikat.Suksek untuk saudara Ahmad yang terpilih sebagai peserta terbaik putra dan saudari Rini yang terpilih sebagai peserta terbaik putri juga untuk Teh Iha yang berhasil menjadi panitia terbaik.Terakhir pada kelompok Sunan Kudus yang terpilih sebagai kelompok favorit, congretulation yel - yel terheboh.


Tidak berakhir disana, panitia memberikan tawaran kembali pada peserta untuk refresh ke BRI (Bukit Rejeng Indah) yang letaknya tak terlalu jauh dari Ma'had.Setelah dipertimbangkan beberapa menit akhirnya peserta sepakat untuk rihlah sejenak di lokasi BRI(9/12).Awalnya mereka merasa ragu untuk berenang di kolam renang air hangat itu, namun lama - kelamaan mereka pun berjatuhan ke kolam renang walau harus terpaksa.


Sebatang lidi kan mudah rapuh jika harus membereskan beberapa helai kertas, maka bersatulah menjadi sebuah sapu lidi yang mampu membersihkan kotoran beberapa helai pun itu dan hadapilah semua masalah bersama.Satu basah semua basah, namun tetap lah istiqomah membela kebenaran jangan takut menolak kompak dalam kekeliruan pergerakan.

  

Thursday, 6 December 2012

Tips Memilih Makanan

(oleh Yuyun Yulianti PBA/B/III anggota Suaka 2012)Minggu pagi yang cerah, memang paling tepat untuk berolahraga.Jogging di tempat  ramai bersama kerabat terdekat biasanya menjadi rutinitas yang tidak bisa dilewatkan.Bagi Masyarakat Bnadung Timur, bukit Manglayang bisa menjadi alternatif berolahraga di akhir pekan. Namun akhir - akhir ini, banyak pedagang yang menjajakan dagangannya di sepanjang jalan menuju bukit.Dari mulai bahan sadang, papan, hingga pangan.Semua dijual serba terjangkau.Tapi apakah makanan murah meriah itu dijamin kesehatannya ?
Harga murah, rasa meriah. Tentu itulah yang diinginkan konsumen.Apalagi bagi celoteholic yang uangnya diberi pas-pasan dari orang tua.Tidak heran, pedagang disana banyak meraih untung dari banyaknya permintaan.Bagaimana tidak, dengan cukup merogoh kocek sebesar Rp 3000,- saja, kita sudah bisa mendapatkan satu porsi Spaghetti, yang biasanya dijual dengan harga tinggi di Mall.Konsumen disana memang didominasi oleh Pelajar,Mahasiswa, serta Masyarakat kalangan menengah kebawah. Mereka mungkin tidak sadar akan bahaya yang mengintai kesehatan mereka sendiri dari makanan yang tak terjamin itu.
Makanana yang dijajakan di pinggir jalan, rentan sekali terkena polusi dari lalu lalangnya orang maupun kendaraan.Debu atau polusi mengandung unsur CO atau karbon monoksida.Zat yang biasanya merupakan hasik dari pembakaran asap kendaraan motor itu sangat berbahaya jika masuk ke dalam tubuh manusia. Dampaknya dapat menyebabkan kanker.Bahaya lain terdapat pada minyak yang dikonsumsi, pedagangyang berjualan di bukit Manglayang itu misalnya, hanya mengganti minyaknya sehari sekali, walaupun minyaknya telah berubah warna menjadi hitam pekat akibat penggorengan sebelumnya. 


Nah, jika ini terlalu sering dikonsumsi, akan menimbulkan radang tenggorokan. Belum lagi bahaya yang terdapat pada zat pengawet, zat pewarna dan zat penyedap rasa. Zat - zat seperti itu termasuk karsinogen, dan jangka panjangnya dapat menyebabkan kematian.Hiiiiii serem kan ?
Tapi tidak semua makanan yang dipinggir jalan itu tidak terjamin kebersihannya. Ada pedagang yang masih sangat memperhatikan kesehatan makanannya. Lalu, bagaimana kita mengetahui mana makanan yang sehat dan mana yang tidak ?
Tips - tips memilih makanan sehat yang tetap higenis.
  1. Makanan segar biasanya dihinggapi lalat.ini berlaku untuk daging, ikan dan sebagainya yang berbau amis. Jika makanan tersebut dihinggapi lalat tandanya masih segar dan tidak mengandung zat kimia berbahaya.Tapi hal ini, tidak berlaku bagi makanan yang sudah jadi seperti kue dan lainnya.
  2. Kemasannya rapih dan tertutup rapih. Makanan yang dikemas tertutup secara rapih sudah pasti terhindar dari bakteri yang akan membahayakan tubuh.Maka selektiflah dalam memilih makanan yang akan dikonsumsi.
  3. Memakai minyak yang baru untuk menggoreng makanan. Jika membeli makanan yang digoreng lihatlah kadar minyak yang masih melekat pada mekanan tersebut, biasanya gorengan itu dimasak dengan menggunakan minyak bekas atau minyak yang telah dicampur.
  4. Warnanya tidak terlalu mencolok. Makanan yang tidak sehat biasanya terlihat mencolok untukmenarik perhaitan konsumen. Warna seperti itu, pasti menggunakan zat pewarna yang berlebihan yang dapat membahayakan tubuh kita.
Sekarang sudah tidak ada alasan untuk kalian membeli makanan pinggir jalan yang tidak sehat. Kesehatan itu adalah berkah yang paling berharga yang diberikan Tuhan. Maka it's a must to us to take it care. Oke ?

Author : Firda dan Yuyun 

MINUMAN TRADISIONAL TETAP MENJADI PILIHAN REMAJA KOTA

(oleh Yuyun Yulianti PBA/B/III anggota Suaka 2012)Tidak hanya rasa manis dan hangatnya minuman itu namun minuman bandrek juga merupakan minuman kesehatan yang menyehatkan tubuh. "Minuman bandrek itu minuman yang mengandung bahan alami berguna untuk menyembuhkan penyakit", tutur Urip seorang Mahasiswa PBA UIN SGD Bandung.
"Abdi mah icalan bandrek teh tos dua puluh taun, jang! jawab Pak Sardi saat Ia ditanya tentang berapa lama Ia berjualan bandrek, Minggu" (02/12).


Derasnya informasi diera globalisasi ini tidak hanya berdampak pada fashion remaja saja namun berdampak pula pada makanan dan minuman yang mereka konsumsi. Kita bisa lihat anak - anak remaja sangat malu jika harus mengkonsumsi makanan dan minuman tradisional.Mereka lebih merasa bangga jika mengkonsumsi minuman dan makanan luar negeri. Kita bisa jumpai Rumah makan - Rumah makan yang menjual makanan Luar Negeri.
Tetapi lain halnya untuk minuman yang satu ini. "Bandrek", minuman hangat dengan campuran jahe dan gula merah ini tetap diminati oleh remaja.Hal itu dapat kita saksikan di pasar kaget Manglayang -beberapa kilo dari UIN Bandung- setiap hari minggu.Hampir semua remaja yang mengunjungi tempat sejuk itu membeli minuman itu.
"Tos dua puluh taun abdi sareng boko icalan didieu..." ungkap Pak Sardi yang berumur genap lima puluh tahun.Ia dapat menghidupi keluarganya dengan berjualan bandrek meski hanya satu minggu sekali.
Tidak hanya raasd manis dan hangat nya minuman itu namun  minuman bandrek pula dapat menyehatkan tubuh."Minuman bandrek itu minuman yang mengandung bahan alami berguna untuk menyembuhkan penyakit" tutur Urip seorang Mahasiswa PBA UIN Bandung, Minggu (02/12).
Konsumen "Bandrek" sadar akan harus dilestarikannya makanan leluhur mereka yang sangat mungkin punah ditelan derasnya makanan dan minuman yang masuk ke Negara kita ini."minuman ini minuman leluhur yang harus kita lestarikan" tutur Urip mengungkapkan kepeduliannya akan minuman tradisional -bandrek- itu(02/12).

Author : Zey  

Wednesday, 5 December 2012

Busana Terunik Ma'had lughowiy

[www.himapba-uinbandung.blogspot.com] Gomblai tercinta dilanda banjir, takdir yang Maha Kuasa.Semoga menjadi pelebur dosa bagi semua masyarakat pesantren bahasa adalah do'a salah satu Pengurus ma'had.Amin.Mudah - mudahan hal ini tidak terjadi lagi setelah pengurus membuat perubahan pada litelatur bangunan.Karena setelah hujan deras beberapa jam sebelumnya, kerap tampak beberapa atap yang bocor dan landasan Ma'had yang terlalu tertutup membuat air kebingungan harus kemana mereka  pergi.


Beberapa bulan lalu waga gomblay mengalami krisis kekurangan air, hingga harus melakukan segala aktifitas kamar mandi di kostan tetangga / TK hingga mesjid Al Muhajirin sekalipun.Berbeda hal nya dengan bulan ini, saat musim hujan datang.Ma'had Bahasa mengalami penanjakan gelombang air yang cukup besar.Air ini datang dari ranah atas Gunung Manglayang, namun demikian Masyarakat sekitar Ma'had telah berupaya untuk membuat selokan - selokan kecil di depan rumah.Jalan yang mulus teraspal pun terpaksa mereka bongkar kembali untuk memberikan jalan air hujan menuju dataran yang lebih rendah 
Menurut salah satu Mahasiswi PBA, Banjir ini terjadi karena Alam yang sudah tidak bersahabat dengan kita, Maka perbanyaklah istighfar.Mahasiswa yang biasa menitipkan kendaraan di Ma'had kadang kala khawatir akan terjadi banjir susulan.Pasalnya musim hujan diperkirakan akan terus berlangsung hingga tahun 2013 nanti.

Friday, 23 November 2012

Berawal dari Lembaran Kertas Arab

Mana yang lebih anda butuhkan, buku atau Tablet ? belajar bukan hanya kegiatan yang dilakukan dalam ruang hampa namun kini belajar bisa kita lakukan secara fleksible.Dengan perkembangan tekhnologi yang semakin pesat.Kini seseorang dapat menggali pengetahuan dan beberapa informasi aktual secara cepat dengan menggunakan BukuTablet.


BukuTablet merupakan buku digital pertama di Tanah air, dimana dengan alat itu dapat nampak berbagai halaman yang berisikan informasi keilmuan yang gunanya sama seperti buku.Berbeda dengan Tablet pada umumnya. BukuTablet hanya berfungsi seperti buku tidak difungsikan sebagai alat komunikasi.Tablet PC yang kita kenal biasanya dapat digunakan sebagai alat komunikasi tidak sama halnya pada alat ini.Ada berbagai masalah dalam penggunaan itu lumrah.
walaupun BukuTablet menggunakan EPUB  yang sifatnya sangat flexible namun alat ini tetap memiliki kekurangan.Namun suatu saat kita menyadari buku bacaan itu lebih penting dari pada Tablet ini atau laptop sekalipun.Karena buku itu akan tahun puluhan tahun dan dapat diwariskan beda halnya dengan alat yang sama kegunaannya seperti buku bacaan namun kelak akan menjadi barang rusak.


Minimal, sebagai Mahasiswa harus ada satu pegangan untuk satu mata kuliah - Ust Asep.Sudahkan anda memiliki buku dari tiap mata kuliah ? Beliah menceritakan pengalamannya selama kuliah di UIN SGD.Walaupun kuliah di jurusan syari'ah karena ketulusan pengabdianny pada sebuah Madrasah, Ia pun menjadi Guru yang mengajar khusus di bahasa Arab.Suatu ketika muridnya butuh buku panduan belajar.Beliau berikan lembaran,kadang selembar, kadang dua lembar yang isinya mahfudzot dan kosa kata.Hingga akhirnya Beliau membuat buku panduan, lumayan bisa menjadi tambahan untuk menafkahi keluarga.Tiap perkataannya kini adalah ilmu, dan ilmu itu selalu diibaratkan sebagai sebuah shadaqoh.
Pesan Ust.Asep : meminta apa pun itu pada Allah jangan setengah - setengah, yakinlah bahwa do'a mu kan terkabulkan.Segala sesuatu itu tak ada yang dapat disangka - sangka.Semua yang diinginkannya terkabulkan beberapa tahun silam.Keinginannya memiliki komputer,Allah berikan laptop.Keinginan memiliki istri pun, Ia dapatkan tanpa harus berpacaran dahulu.

     

Monday, 19 November 2012

Latihan Dasar Kepemimpinan Organisasi (LDKO)



Hima PBA mengikuti LDKO yang diadakann oleh SEMA FTK.Pembukaan latihan dilaksanakan di Gedung Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (16/11).Kegiatan ini telah berjalan tiga hari dua malam di Alam Santosa Pasir Impun.Ditinjau dari segi pendanaan rasanya kegiatan ini tidak terlalu logis.Karena cukup dengan 40rb per-orang saja.Peserta mendapatkan setengah uang transfortasi,tempat tinggal dan dana untuk materi pun terasa kurang logis.Peserta kegiatan terdiri dari Exs oficio, Kabid serta Sekbid Hima se-Fakultas Tarbiyah kurang lebih berjumlah 78 orang.
Dalam sambutan PD III Hasan Basri mengemukakan bahwa "Maju mundurnya sebuah organisasi itu tergantung pada ketuanya".Hingga pelatihan ini sengaja di eksklusifkan hanya bagi para controling dalam organisasi.Seperti tercantum dalam tema "internalisasi nilai-nilai kepemimpinan Upaya Terbinanya Organisatoris yang Berkarakter Pemimpin dan Profesional".Dan semoga peserta yang telah mengikuti LDKO dapat berubah mencari sosok yang profesional.
Sebelumnya, peserta mengikuti screening guna memfilterisasi peserta yang serius ingin mengikuti LDKO.Screening terakhir berlangsung di sekre senat FTK yang lokasinya bersebelahan dengan sanggar pramuka.Andragogik pun menjadi sistem pelatihan kepemimpinan dimana seorang peserta lebih berperan aktif dari pada panitia.Sampai pencarian dana untuk pergi menuju lokasi, peserta harus merasakan pahitnya mencari uang.Sebagian mereka meminta sumbangan pada orang/pedagang,mengepel terlebih dahulu dan ada pula yang papalidan.Salah satu tujuan LDKO mensinergikan seluruh HIMA yang ada di Fakultas Tarbiyah dan Keguruan. [Kefi_Pers HIMAPBA]
Rekapitulasi nilai keseluruhan dari Latihan Dasar Kepemimpinan Organisasi silahkan > download  

Thursday, 15 November 2012

Teaching With Love

Saat masih duduk di bangku sekolah adalah masa indah yang sangat berkesan dan tak terlupakan. Persahabatan yang terjalin indah dengan banyak teman, kompak, akrab, penuh canda tawa, melakukan kegiatan kesenian, olahraga dan berbagai kegiatan lainnya, memperkaya pengalaman batin. Tentu saja yang paling berkesan adalah proses belajar mengajar dan guru-guru yang tulus ikhlas mendidik kami. Pengalaman itu terus membekas dan menjadi bekal yang sangat berharga untuk merintis masa depan.
Dulu, sekitar tahun 70-80 an, kami sangat merasakan betapa guru-guru saat itu mengajar dengan tulus dan sepenuh hati. Memang terkadang mereka terkesan galak, pemarah dan tegas, tapi kami paham maksudnya, benar-benar agar murid-murid serius belajar, agar pelajaran yang diajarkan betul-betul terpatri di otak peserta didik.
Hingga kini, setelah 40 tahun berlalu, bekal ilmu yang diberikan guru-guru kami tersebut masih berbekas dalam hati dan pikiran, menjadi bekal yang tak ternilai dalam meniti karir sepanjang hidup. Hingga kini, kami selalu rindu untuk bisa berkumpul dengan guru-guru yang umumnya telah tua dan pensiun. Kami sangat menghormati mereka, betul-betul seperti orang tua sendiri. Beberapa di antaranya telah dipanggil menghadap Sang Khaliq, doa selalu kami kirimkan untuk beliau.
Mungkin itulah yang dimaksud Prof. DR. Theodoro Llydon C. Bautista dengan istilah “Teaching With Love”. Tema itu dibahas profesor dari University of Philipine atas prakarsa STKIP Adzkia di aula BI pekan lalu.
Lebih lanjut menurut profesor muda yang baru berusia 40 tahun ini, murid yang dididik dengan rasa cinta dan kasih sayang (Teaching With Love) juga akan memberikan cinta dan kasih sayang kepada lingkungan dan masyarakat sekitarnya. Saat terjadi bencana besar gempa dan tsunami di Jepang tahun lalu ada belasan ribu warga yang meninggal, ratusan ribu warga mengungsi dan kehilangan tempat tinggal. Suasana waktu itu sungguh-sungguh kacau dan tak bisa dicerna oleh pikiran yang waras.
Namun untunglah ada sekitar 300.000 relawan dari berbagai perguruan tinggi di Jepang terjun langsung ke lokasi bencana. Mereka dengan sukarela ikut membantu dan dengan cinta dan kasih sayang merawat dan menangani para korban yang umumnya lansia dan anak-anak. Musibah itu akhirnya bisa diatasi dengan baik tanpa banyak masalah.  Cinta dan kasih sayang itu telah ditumbuhkan sejak mereka masih duduk di bangku sekolah.
Bautista juga mencontohkan beberapa pemukiman kumuh, daerah-daerah bronx dan miskin berhasil ditata menjadi pemukiman asri dan nyaman. Semua itu berhasil dilakukan dengan kerjasama, kepedulian dan kasih sayang sesama manusia.
Kini, banyak orang tua murid yang mengeluhkan tak banyak lagi guru yang mengajar dengan cinta, kasih sayang dan ketulusan (Teaching With Love) seperti dulu. Guru seolah-olah mengajar hanya sekadar menjalankan tugas. Siswa sering terlantar karena guru sangat sibuk, menyelesaikan kuliahnya, mengurus akreditasi, mengurus BOS, sampai mengurus pembangunan fisik sekolah dan urusan-urusan lain yang di luar kewajiban mereka.
Ada kekhawatiran fenomena inilah yang merupakan salah satu penyebab seringnya timbul tawuran bahkan yang sangat tragis, yaitu adanya pelajar yang sampai membunuh pelajar lain. Subhanallah…
Apakah apa yang dikeluhkan masyarakat itu benar terjadi? Tentu perlu dievaluasi lagi. Jika memang terjadi, tentu harus segera diperbaiki. Tentu kita ingin mencegah dan memperbaiki agar hal-hal yang lebih buruk tidak terjadi lagi, sebelum terlanjur. Kita semua tentu tidak ingin kehilangan generasi masa depan (lost generation), itu disebabkan karena kesalahan dan dosa kita. Mari berubah dan lakukan yang terbaik.

Sumber: DAKWATUNA

Saturday, 10 November 2012

Mahasiswi PBA Raih Piala Festival Kebudayaan Arab

Dua mahasiswi Pendidikan Bahasa Arab mendapatkan Juara I dan II kategori Olimpiade pada Festival Kebudayaan Arab 2012 yang diselenggarakan oleh Fakultas Ilmu Budaya Univ. Gajah Mada (UGM) pada tanggal 5-7 November 2012.Iis Nuraisiyah Jamilah memperoleh juara I Lomba Essay dan Presentasi Kategori mahasiswa,  dan Evi Nurihsani memperoleh Juara II Lomba Essay Bahasa Arab Kategori Mahasiswa. Keduanya merupakan mahasiswa Pendidikan Bahasa Arab semester VII.

Festival tersebut diikuti lebih dari 24 universitas dan sekolah tinggi di seluruh indonesia, keduanya bersaing dengan para mahasiswa yang juga berasal dari universitas di Jawa Barat, seperti mahasiswa dari UNISBA, UNPAD, UPI dan UNPAS.